Minggu, 01 Mei 2016

KISAH PERIKSA DENYUT NADI DARI IBNU SINA

KISAH PERIKSA DENYUT NADI DARI IBNU SINA

1. Kucing Sakit

Ibnu Sina memiliki cara tersendiri dalam mengobati wanita2 yg sakit utk menghindari haramnya bersentuhan dengan non mahram (meski dalam kondisi darurat, syari'at mencabut hukum keharaman ini ) .Ia memeriksa denyut nadi si pasien dengan seutas tali yang terulur sampai ke ruang kerjanya.

Caranya, salah satu ujung tali diikatkan ke pergelangan tangan pasien dan ujung lainnya di letakkan diantara jari jari Tabib mahir itu. Dari getaran tali, ia bisa mengetahui denyut nadi dan jantung si pasien. Suatu hari, beberapa orang ingin menguji kemahiran Ibnu Sina.

Salah seorang wanita cantik disuruh menyembunyikan seekor kucing di bawah pakaiannya. wanita itu mengikatkan salah satu ujung tali kekaki kucing itu agar Ibnu Sina dapat mengetahui penyakit pasien dan obatnya.

Setelah memeriksa tali yg dipegang olehnya, Ibnu Sina mengatakan :
" Setiap hari pasien ini harus diberi lima ons daging empuk dan dua ekor tikus supaya sembuh dari sakitnya !"

Orang2 yg ingin menguji Ibnu Sina menjadi sangat kagum mendengar resep pengobatan ini.

2. Gang Cinta

Salah seorang kerabat Qabus bin Vasymgir, raja Gorgan, ditimpa sakit yg tdk bisa disembuhkan para tabib. Ibnu Sina dipanggil utk mengobati sang pangeran.

Setelah memeriksanya dan mengajukan pertanyaan kepada ibunya pangeran, ia berkata :
" pemuda ini sedang jatuh cinta dan menyembunyikan cintanya, Apakah ada orang yg tahu nama2 kampung dan jalan di kota ini ?"
orang2 menjawab : "ada, kepala polisi mengetahuinya. "

Kepala polisi di panggil utk menghadap, Ibnu Sina memegang nadi si sakit dan berkata kepada polisi :
" Sebutkan nama2 kampung di kota ini !"

segera saja kepala polisi menyebutkan kampung2 kota itu satu persatu : Baharestan, Cahar Su, Kah ..."
Ketika nama Kah disebut, nadi si sakit berdenyut lebih kencang.
Ibnu Sina memerintahkan kepala polisi menyebutkan nama jalan kampung Kah.
Satu persatu disebutkannya sampai nama jalan Canari diucapkan.
Sekali lagi, nadi pangeran berdenyut lebih keras.
Ibnu Sina berkata : "Sebutkan gang2 jalan Canari ini !"

Nama2 gang mulai disebut sampai nama gang Syaigan disebutkan, nadi sang pangeran berdenyut semakin kencang.
Ibnu Sina meminta utk mencari nama gadis2 yg tinggal disana.

Ketika nama2 mereka di ucapkan di hadapan pangeran, dan nama Nazanin di sebutkan, denyut nadinya menjadi lebih kencang dari sebelumnya.
Ibnu Sina lalu berucap : " Cukup ! pemuda ini jatuh cinta kepada seorang gadis bernama Nazanin yg tinggal di kampung Kah, jalan Canari, gang Syaigan. Untuk kesembuhannya, dia harus dinikahkan dengan gadis tersebut ."

Akhirnya sang pangeran dinikahkan dengan gadis itu hingga ia sembuh dari sakitnya.

wallohu a'lam.

Sumber : Ajaibul Qoshos Abul Fadhl Al Hiyari.

0 komentar:

Posting Komentar