Sabtu, 14 Mei 2016

KISAH TONGKAT NABI MUSA


KISAH TONGKAT NABI MUSA



Ada malaikat yg mendatangi Nabi Syu'aib (mertua Nabi Musa) -alaihimas salaam- menyamar dalam bentuk manusia dan menitipkan sebuah tongkat kepadanya.

Asal tongkat tsb adalah dari sidrotul muntaha yg dibawa turun bersama Nabi Adam -alaihis salaam- , ketika Nabi Adam -alaihis salaam- wafat, malaikat Jibril mengambil tongkat itu sampai zamannya Nabi Syu'aib -alaihis salaam-
Kemudian Jibril turun dengan membawa tongkat ke Nabi Syu'aib karena tongkat tsb akan menjadi miliknya Nabi Musa - alaihimus salam-.

Setelah Nabi Syu'aib  menikahkan putrinya dengan Nabi Musa, Beliau berkata kpd Nabi Musa :
" Masuklah kedalam kamar dan ambillah salah satu tongkat dari beberapa tongkat yg ada, lalu pergilah menggembala kambing ."

Nabi Musa masuk dan mengambil salah satu tongkat, setelah keluar, Nabi Syu'aib melihat Nabi Musa membawa tongkat titipan.
Nabi Syu'ab berkata : " Itu adalah tongkat titipan seseorang, kembalikan lagi pada tempatnya dan pilihlah tongkat yg lain ."

Nabi Musa kembali lagi ke dalam kamar dan mengambil tongkat lainya, Ketika beliau mau meletakkan tongkatnya dan mengambil tongkat yg lain, ternyata tongkatnya malah masuk kedalam tangannya dan ketika beliau akan mengambil tongkat yg lain, dengan susah payah beliaupun tdk mampu utk mengambilnya.
Lalu Nabi musa tetap membawa tongkat yg pertama dan pergi menggembala kambing.

Nabi Syu'aib mengikutinya, karena Nabi Musa pergi dengan membawa barang titipan amanah orang lain dan dia ingin memintanya kembali darinya.
Setelah bertemu dengan Nabi Musa, Nabi Syu'aib berkata :
" Berikan tongkatnya padaku "

Nabi Musa tdk mau menyerahkannya, keduanya saling berselisih dan akhirnya mereka bersepakat utk menjadikan orang yg betemu mereka berdua pertama kali sebagai hakim diantara mereka berdua.

Malaikat menyamar sebagai manusia dan menemui mereka berdua. maka Nabi Musa dan Nabi Syu'aib berkata kepadanya :
" berilah keputusan hukum kepada kami ."
Malaikat berkata kpd Nabi Musa :
" letakkanlah tongkatnya di atas tanah, jika kau mampu mengangkatnya maka tongkat itu milimu, dan jika Syu'aib mampu mengangkatnya maka tongkat itu miliknya."

Nabi Musa meletakkan tongkatnya di atas tanah, lalu Nabi Syu'aib berusaha utk mengangkatnya, Namun ternyata beliau kesulitan utk mengangkatnya, bahkan beliau tdk mampu menggerakkannya sama sekali.
Kemudian, Nabi Musa mengambil dan mengangkatnya dari atas tanah, setelah itu terlihatlah banyak mu'jizat yg keluar dari tongkat tsb.

Diantara mu'jizat yg keluar dari tongkat itu adalah, ketika Nabi Musa capek berjalan maka beliau menaiki tongkatnya, tongkat tsb bisa berjalan seperti kuda yg berlari cepat.
Jika Nabi Musa ingin makanan, beliau memukulkannya ke tanah dan muncullah bermacam2 makanan.
Jika Nabi Musa ingin minum, maka keluarlah sumber air dari tongkatnya.
Jika malam gelap gulita, maka tongkatnya bisa mengeluarkan cahaya seolah2 matahari.
Jika Nabi Musa sedang dalam kesedihan dan merasa asing, maka tongkatnya menjadi penentram dan taman ngobrol.
Jika Nabi Musa melemparkannya ke arah musuh maka tongkat akan berubah menjadi ular besar yg terlihat ada api di kedua mata dan lubang hidungnya, dan bisa menjerit seperti suaranya petir yg menyambar.

Wallohu a'lam.
Sumber : As Sab'iyyat Fi Mawa'idzil Bariyyat, Abdurrahman Al Hamadzani.

0 komentar:

Posting Komentar