Jumat, 29 April 2016

Panggung Puisi Gus Mus ( 3 ) "LALU AKU HARUS BAGAIMANA ?"

Panggung Puisi Gus Mus ( 3 )
" LALU AKU HARUS BAGAIMANA. ? "


Aku pergi Tahlil…
kau bilang amalan jahil…
Aku baca Shalawat Burdah…
kau bilang itu Bid’ah…
Lalu aku harus bagaimana…???

Aku Bertawassul dengan baik…
kau bilang aku Musyrik…
Aku ikut Majelis Dzikir…
kau bilang aku Kafir…
Lalu aku harus bagaimana…???

Aku Shalat pakai Lafadz Niat…
kau bilang aku Sesat…
Aku mengadakan Maulid…
kau bilang tak ada Dalil yang Valid…
Lalu aku harus bagaimana…???

Aku Gemar Berziarah…
kau bilang aku Alap-Alap Berkah…
Aku mengadakan Selamatan…
kau bilang aku Pemuja Setan…
Lalu aku harus bagaimana…???

Aku pergi Yasinan…
kau bilang itu tak Membawa Kebaikan…
Aku ikut Tasawuf Sufi…
malah kau suruh aku Menjauhi…

Ya Sudahlah….aku ikut kalian..
Kan kupakai Celana Cingkrang…
agar kau senang…
Kan kupanjangkan Jenggot…
agar dikira berbobot…
Kan kuhitamkan Jidat…
agar dikira Ahli Ijtihad…
Aku kan sering Menghujat…
biar dikira Hebat…
Aku kan sering Mencela…
biar dikira Mulia….

Ya Sudahlah….
Aku pasrah pada Tuhan…
Yang kusembah..
Lalu kau nyembah Tuhan yang mana...?

By : K.H. Mustofa Bisri.

Rabu, 27 April 2016

Nasehat imam Al Hasan Basri


Assalammu'alaikum..

Nasehat imam Al Hasan Basri:

1. Aku tahu rizqiku tidak akan diambil orang lain, karena itu hatiku selalu tenang.
2. Aku tahu amalku tidak akan dikerjakan orang lain, karena itulah aku sibuk beramal shaleh.
3. Aku tahu ALLAH Ta'ala selalu memerhatikanku, karena itulah aku malu jika ALLAH melihatku sedang dalam maksiat.
4. Dan aku tahu kematian itu sudah menungguku, karena itulah aku selalu menambah bekal untuk hari pertemuanku dengan ALLAH........

              Sahabat2ku...

           Jangan tertipu
        dengan usia MUDA
        karena syarat Mati
         TIDAK harus TUA.

   Jangan terpedaya dengan
        tubuh yang SEHAT
       karena syarat Mati
       TIDAK mesti SAKIT

   Jangan terperdaya dengan
        Harta Kekayaaan
                sebab
    Si kaya pun tidak pernah
     menyiapkan kain kafan
             buat dirinya
      meski cuma selembar.

      Mari Terus berbuat BAIK,
         berniat untuk BAIK,
     berkata yang BAIK-BAIK,
   Memberi nasihat yang BAIK
 Meskipun TIDAK banyak orang
      yang mengenalimu dan
   Tidak suka dgn Nasihatmu

        Cukup lah  اللهِ yang
     mengenalimu lebih dari
           pada orang lain.

      Jadilah bagai JANTUNG
        yang tidak terlihat,
     tetapi terus berdenyut
     setiap saat hingga kita
 terus dapat hidup, berkarya
     dan menebar manfaat
       bagi sekeliling kita
     sampai diberhent-ikan
              oleh-NYA
     
                Sahabat2ku...

"Waktu yang kusesali adalah
         jika pagi hingga
      matahari terbenam,
 amalku tidak bertambah
            sedikit pun,
  padahal aku tahu saat ini
       umurku berkurang"(Ibnu Mas'ud Radhiyallahu'anhu.)

السلام عليكم و رحمة الله و بركاته..

TERAPI DENGAN SUROH AL INSYIROH DAN SHOLAWAT


S A R A P A N   H A T I

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته .....
صباح الخير يا إخواني في الله
صبحكم الله بكل خير...

TERAPI DENGAN SUROH AL INSYIROH DAN SHOLAWAT

الحَمْدُلِلّٰهِ رَبِّ اْلعٰالَمِيْنَ،اللَّهُمَ صَل ِعَلَى سَيدِنـَا مُحَمَّدٍ الفاتـِح ِلِمَا أُغلِقَ وَالخاتمِ لِمَا سبقَ نَاصِرِالْحَقِ بِالْحَق ِوَالهـَادِي إلىَ صِراطِكَ المُسْتَـَقـِيم وَعَلىَ آلِه حَقَّ قـَدْرِه وَمِقـْدَارِهِ العـَظـِيم

بسم الله الرحمن الرحيم

أَلَمْ نَشْرَحْ لَكَ صَدْرَكَ
وَوَضَعْنَا عَنكَ وِزْرَكَ
الَّذِي أَنقَضَ ظَهْرَكَ
وَرَفَعْنَا لَكَ ذِكْرَكَ
فَإِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا
إِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا
فَإِذَا فَرَغْتَ فَانصَبْ
وَإِلَى رَبِّكَ فَارْغَبْ

Apakah kamu merasa sempit atau sesak???atau mgkn lagi sumpek???atau sdg stress??? Atau urusan2mu sdg sulit???

Cobalah terapi berikut ini...
Agar kau menjadi tenang....

Tenangkanlah dirimu...dan konsentrasiakan hatimu...
Bernafaslah dg benar sebanyak 5 x dan lebih afdol jk sambil memejamkan kedua mata...

Tarik nafas dr hidung dan keluarkan lewat mulut dg tenang dan ringan....

Letakkan tangan kananmu diatas hatimu(dibawah dada bagian kiri) dan bacalah suroh AL INSYIROH 3x...

Ulangilah melatih pernafasan...

Kemudian bersholawatlah sebanyak 3x dan usapkan keseluruh tubuhmu...

Engkau akan merasakan ketenangan...

Suroh ini memiliki pengaruh yg mengagumkan atas kegoncangan2 tenaga/kemampuan manusia terutama hati...

Sdgkan SHOLAWAT akan membentengi seluruh tubuh dr tenaga2/energi negatif....

Gabungkanlah kedua perkara ajaib ini yaitu SUROH INSYIROH dan SHOLAWAT NABI.....

Lakukan utk merubah rangkaian tubuhmu menuju energi positif yg akan berimbas pd akal,ruh dan jasadmu......

Mk dadamu menjadi lapang dan urusan2mu menjadi terasa mudah.....

SELAMAT MENCOBA.....

silakan di share pd teman dan saudara2 yg kau kenal agar manfa'atnya merata pd semua org....

Ya Allah...sembuhkanlah penyakit org2 yg sdg sakit...mudahkanlah segala urusan org2 yg sdg sulit...lancarkanlah rizqi org2 yg kehidupan nya sempit.....Aamiiiiiin...

#tiada_hari_tanpa_sholawat#
#hiasilah_hari2mu_dgsholawat_niscaya_hidupmu_bahagia_dunia_akherat#

#terapi_dgsuroh_alinsyiroh_dansholawat#
#Achmad_Somady_Aroby#

Jumat, 22 April 2016

NASIHAT HIKMAH MBAH MAIMOEN UNTUK PARA SANTRI



" Zaman akhir cah cilik apal Qur’an waton apal koyo moco Koran

Cah cilik sing apal mung koyo wayang munggah panggung mlebu tv dadi hiburan

Akeh sik moco Qur’an mung krono duit waton moco tanpo makhroj tanpo tajwid

Pondok dibangun mung kerono gengsi megah mewah akeh santri tanpo isi

Akeh sik moco Qur’an nanging yo linglung persis koyo Asu rebutan Balung

Ojo melu edan2nan leee

Manuto Gurumu, mbah Arwani " - (Sumber: Hilmi Nailufar; fb)


Sair berisi hikmah dan nasihat yang sangat dalam lagi menyentuh dari Syaikh Simbah Kyai Maimoen Zubair ini bisa dijadikan rennungan untuk kita semua.

Jika diterjemahkan kurang lebih :

 " Di zaman akhir ini banyak kita dapati anak-anak kecil banyak yang menghafal Al Qur’an akan tetapi hanya sekedar hafal seperti halnya membaca koran atau majalah.

Anak-anak kecil yang hafal Al Qur’an diibaratkan seperti wayang kulit yang sering diikutkan perlombaan atau pertunjukan dipanggung atau di tempat lain sampai masuk televisi sehingga menjadi sebuah hiburan.

Banyak yang membaca Al Qur’an karena tujuan mencari uang sehingga kurang memperhatikan ilmu-ilmu membaca Al Qur’an seperti membaca tanpa makhraj dan tajwid yang benar.

Banyak juga dijumpai berdirinya pondok-pondok pesantren dengan tujuan dan niat gengsi demi persaingan dengan pondok-pondok lain, yang mana ukuran megahnya gedung dan banyaknya jumlah santri menjadi prioritas utama akan tetapi ilmu dan kualitas dari para santrinya dikesampingkan.

Dengan kondisi yang seperti itu sehingga banyak santri yang bisa membaca dan menghafal Al Qur’an akan tetapi lupa terhadap isi dan ajaran dari Al Qur’an yang diharapkan yaitu untuk mengamalkannya, sehingga seolah-olah diibaratkan laiknya anjing-anjing yang saling berebut tulang, yaitu dalam hal ibadah tapi demi tujuan dunia dan saling berlomba-lomba meraihnya. "

10 Manfaat Pondokin Anak Di Pesantren

Assalamu'alaikum sobat muslim ...

Dalam kesempatan kali ini saya akan menggambarkan beberapa keuntungan atau manfaat dari Pondokin anak di Pesantren. 



Beberapa orang tua mungkin cemas dan khawatir akan pergaulan anak mereka, apalagi di zaman sekarang ini pergaulan sudah semakin bebas sehingga terkadang orang tua pun tidak mampu memantau apa saja yang anak mereka lakukan diluar sana. Sebagian orang tua mungkin berfikiran atau mempunyai niat untuk pondokin anak-anak mereka di pesantren, akan tetapi karena kurangnya informasi mungkin mereka masih khawatir akan kehidupan anak mereka selama di pesantren apakah bisa terjamin atau mungkin malah terlantar. Nah, bagi para orang tua, anda tidak perlu khawatir, berikut saya jelaskan beberpa keuntungan dari pondokin anak di pesantren :

1. Karena jauh dari orang tua, anak akan terbiasa melakukan hal apapun secara mandiri.


2. Bersama guru ngaji atau pembimbing pastilah mereka akan rajin sholat berjamaah 5 waktu.


3. Selain didikan dari para Ustad / Kyai, dari rasa rindu merka pasti akan selalu mendoakan kedua orang tua mereka.



4. Lingkungan pesantren sangat disiplin, maka akan sulit bagi mreka untuk keluyuran diluar pesantren.



5. Orang tua akan merasa anak mereka aman dan tentunya terjamin akan kualitas hidup dan ibadahnya.



6. Selain mengaji mereka juga di didik untuk pintar berbahasa arab dan inggris. Wow, hebat juga ya ...



7. Selain sholat wajib para santri juga diharuskan untuk melaksanakan sholat sunah.



8. Setidaknya 2 kali sehari mereka akan di ajari baca tulis Al-Qur'an.


9. Puasa sunah akan terasa seperti puasa Ramadhan.



10. Kedisiplinan dari lingkungan pesantren akan menjauhkan mereka dari pergaulan yang tidak baik.


Bagiamana bapak dan ibu ?
Berniat pondokin anaknya di pesantren ? Semoga artikel ini bermanfaat untuk dijadikan referensi bagi anda para orang tua dalam mendidik anak-anaknya.

Senin, 18 April 2016

BIOGRAFI ONTA NABI SHOLLALLOHU ALAIHI WASALLAM


BIOGRAFI ONTA NABI SHOLLALLOHU ALAIHI WASALLAM


unta nabi muhammad


¤ Nama : Qaswa'

¤ Dilahirkan : Di kampung Bani Qusyair kepulaun Arab

¤ Tugas : kendaraan Rasulullah SAW

¤ Harga : 100 dirham, Beliau membeli dari Sayyidina Abu bakar Ash Shiddiq

¤ Warna : merah dan perpaduan antara putih , hitam tapi lebih dominan putih.

¤ Julukan :

~ Jad'a (menerima makanan apa saja).

~ Qodba (kuat)

~ 'Ashba (berprinsip)

¤ Arti Namanya (Qaswa') : kuping yg terputus, tapi di juluki demikian karna cepatnya jika berjalan .

¤ Umur : 4th ketika d beli Rasulullah, hidup bersama beliau 11th , mati pada umur 15 th

¤ Tempat Tinggal : pekarangan Baqi' sebelah timur Masjid Nabawi. Tdk terikat tali

¤ Makanan : Rumput Baqi'

¤ Meninggal : setelah wafat Rasulullah. Dia sangat bersedih sampai matanya tertutup, selalu menolak makan dan minum sampai akhirnya meninggal pada awal Kholifah Sayyidina Abubakar Ash Shiddiq

¤ Keistimewaannya:

1. Ikut hijrah bersama Nabi SAW.

2. Menjadi penentu tempat pembangunan Masjid Nabawi d Bani Najjar.

3. Satu2nya kendaraan Nabi yg mampu menahan beban wahyu Allah SWT.

4. Menjadi kendaraan Nabi saat Beliau thawaf.

¤ Sifat Kepribadian :

1. Besar. Nabi memujinya karna akhlaqnya.

2. Selalu menang di perlombaan onta , tapi pernah sekali kalah , dan kaum muslim sangat bersedih.

3. Nabi memakai namanya sebagai penghormatan

4. Nabi pernah membawa sahabat2 besar di antaranya Sayyidina Ali bin Abi Thalib saat Beliau di utus ke Mina sebelum haji wada' (terakhir)

¤ Sepak Terjangnya :

1. Ikut perang Badar

2. Ikut perang Fathul Makkah.

3. Pergi bersama Nabi di perdamaian Hudaibiyyah.

4. Bersama Nabi saat beliau mengqodo' umroh.

5. Bersama Nabi di Haji Wada'.

Wallohu a'lam.

Kamis, 14 April 2016

MEWASPADAI GENERASI IBNU MULJAM


Ali bin ABi Thalib gugur sebagai syahid pada waktu subuh tanggal 7 Ramadhan akibat tebasan pedang salah seorang anggota sekte Khawarij yang bernama Abdurrahman bin Muljam Al Murodi. Uniknya sang pembunuh ini melakukan aksinya sambil berkata,

“Hukum itu milik Allah, wahai Ali. Bukan milikmu dan para sahabatmu.”

Tidak berhenti sampai di situ, saat melakukan aksi bejadnya ini Ibnu Muljam juga tidak berhenti mulutnya mengulang-ulang ayat 207 surat Al Baqarah yang artinya,

“Dan di antara manusia ada orang yang mengorbankan dirinya karena mencari keridhaan Allah; dan Allah Maha Penyantun kepada hamba-hamba-Nya.”

Tatkala khalifah Ali bin ABi Thalib akhirnya gugur, Ibnu Muljam pun dieksekusi mati dengan cara diqishas. Proses qishasnya pun bisa membuat kita tercengang karena saat tubuhnya telah diikat untuk dipenggal kepalanya, ia masih sempat berpesan kepada algojo yang mendapat tugas melakukan eksekusi,

“Jangan penggal kepalaku sekaligus. Tapi potonglah anggota tubuhku sedikit demi sedikit hingga aku bisa menyaksikan anggota tubuhku disiksa di jalan Allah.”

Demikianlah keyakinan Ibnu Muljam yang berpendapat bahwa membunuh Ali bin Abi Thalib yang nota bene salah satu sahabat yang dijamin masuk surga, menantu (suami Sayyidah Fathimah) dan saudara sepupu Rasulullah dan ayah dari Hasan dan Husein, dua pemimpin pemuda ahli surga, sebagai tindakan ibadah untuk mendekatkan diri kepada Allah.

Aksi yang dilakukan oleh Ibnu Muljam ini adalah realitas pahit yang kita lihat pada kehidupan ummat Islam sekarang dimana diantara para pemuda kita terdapat kelompok yang giat melakukan provokasi untuk membunuh kaum muslimin yang tidak berdosa. Kelompok ini menggunakan intimidasi dan aksi kekerasan sebagai strategi perjuangan mereka. Merekalah yang pada raut wajahnya memancarkan hidayah dan mereka juga senantiasa membaca Al Qur’an di waktu siang dan malam. Namun sesungguhnya mereka adalah kelompok yang merugi sebab karakteristik mereka tepat sebagaimana sinyalemen yang disampaikan Rasulullah dalam sebuah hadits yang artinya,

“Akan ada para lelaki yang membaca Al Qur’an tanpa melampaui tulang selangka mereka. Mereka telah keluar dari agama laksana keluarnya anak panah dari busur.”

Kebodohan mengakibatkan mereka merasa berjuang membela kepentingan agama Islam padahal hakikatnya mereka sedang memerangi Islam dan kaum muslimin.

MEWASPADAI GENERASI IBNU MULJAM


Ibnu Muljam sejatinya adalah figur lelaki yang shalih, zahid dan bertaqwa. Bukan lelaki bengal yang buta sama sekali terhadap ilmu agama. Di wajahnya terlihat dengan nyata jejak sujud. Ia juga hapal Al Qur’an dan sekaligus sebagai guru yang berusaha mendorong orang lain untuk menghapalkannya. ‘Umar bin Khatthab pernah menugaskannya ke Mesir demi mengabulkan permohonan ‘Amr bin ‘Ash yang memohon kepada beliau untuk mengirim ke Mesir figur yang hafal Al Qur’an untuk mengajarkannya kepada penduduk Mesir. Tatkala ‘Amr bin ‘Ash meminta,

“Wahai amirulmukminin, kirimkanlah kepadaku lelaki yang hafal Al Qur’an untuk mengajari penduduk Mesir, “

‘Umar menjawab, “Saya mengirimkan untukmu seorang lelaki bernama Abdurrahman bin Muljam, salah seorang ahli Al Qur’an yang aku prioritaskan untukmu dari pada untuk diriku sendiri. Jika ia telah datang kepadamu maka siapkan rumah untuknya untuk mengajarkan Al Qur’an kepada kaum muslimin dan muliakanlah ia...!.”

Meskipun Ibnu Muljam hafal Al Qur’an, bertaqwa dan rajin beribadah namun semua itu tidak bermanfaat baginya. Ia mati dalam kondisi su’ul khatimah, tidak membawa iman dan Islam akibat kedangkalan ilmu agama yang dimilikinya dan berafiliasi dengan sekte Khawarij yang telah meracuni para pemuda muslim sehingga melakukan aksi-aksi yang bertentangan dengan nilai-nilai luhur agama Islam namun justru mengklaim semua itu dalam rangka membela ajaran Allah dan Rasulullah.

Bercermin dari figur Ibnu Muljam tentu kita tidak perlu merasa aneh jika sekarang muncul kelompok-kelompok ekstrim yang mudah memvonis kafir terhadap sesama muslim yang berbeda pandangan mela